Tampilkan postingan dengan label Info Sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Sehat. Tampilkan semua postingan

30 September 2009

Buah Pir, Hilangkan Racun dan Radikal Bebas

Salah satu jenis pangan sumber zat gizi yang dianjurkan untuk dikonsumsi lebih banyak adalah buah-buahan. Bagi Anda yang ingin mencari buah untuk mencegah radikal bebas, pir adalah jawabannya.

Pir mengandung asam klorogenat, salah satu bagian dari asam hidroksi sinamat. Asam hidroksi sinamat berperan sebagai antioksidan yang membendung pembentukan sel kanker. Hasil penelitian menunjukkan, asam tersebut mampu mencegah pertumbuhan bakteri Shigella sonnei, penyebab penyakit pada saluran pencernaan.

Asam hidroksi sinamat mencegah terjadinya kanker kolon. Asam tersebut bekerja mengikat nitrat di dalam perut, sehingga menghambat terbentuknya nitrosamin, senyawa penyebab kanker. Asam hidroksi sinamat banyak terkumpul pada bagian kulit pir. Untuk mendapatkan manfaat terbaik, konsumsi pir bersama kulitnya.

Pir baik untuk mencegah radikal bebas disebabkan kandungan vitamin C yang cukup tinggi. Vitamin C memacu sel darah putih melawan infeksi, membunuh bakteri dan virus, serta meregenerasi vitamin E. Vitamin E merupakan antioksidan larut lemak, sedang vitamin C larut air. Tanpa kehadiran vitamin C, vitamin E akan teroksidasi oleh radikal bebas.

Konsumsi pir juga dapat menghindari kerusakan organ hati. Glutathione dalam pir diperlukan dalam metabolisme hati untuk menghilangkan racun dan juga sebagai antioksidan utama di dalam tubuh. Konsumsi buah yang kaya glutathione mengurangi sekitar 36 persen risiko gangguan organ hati.

17 April 2009

Menunda kehamilan melawan Hukum Alam

Istriku tercinta harus baca nih !!!

Wanita yang menunggu sampai berusia di atas 30-an tahun untuk mempunyai anak tidak alami dan mengambil resiko, kata beberapa pakar kehamilan terkenal.
Dalam 20 tahun belakangan kehamilan di kalangan wanita berusia di atas 35 tahun meningkat dengan tajam dan usia rata-rata ibu semakin tua.

Dalam artikel di Jurnal Kedokteran Inggris, BMJ, para pakar klinik kesuburan di London mengatakan mereka "merasa sedih" dengan bertambahnya jumlah wanita yang menghadapi masalah dalam kehamilan mereka.
Mereka mengatakan usia terbaik untuk mempunyai anak adalah antara usia 20 sampai 35 tahun.
Dalam 20 tahun ini, usia rata-rata wanita saat melahirkan anak pertama mereka meningkat dari 26 menjadi 29 tahun.

Tim ahli kandungan yang dipimpin Dr Susan Bewley, yang menangani wanita dengan kehamilan beresiko tinggi di Rumah Sakit Guy's and St Thomas' di London memperingatkan bahwa masalah kesuburan mulai meningkat setelah wanita memasuki usia 35 tahun dan semakin buruk pada usia di atas 40 tahun.
Mencapai Semuanya
Dalam artikel di BMJ, para pakar menulis, "Ketersediaan perawatan kesuburan IVF membuat banyak wanita berpikir mereka bisa menunggu bertahun-tahun sampai menemukan pria yang cocok dan memusatkan perhatian pada karir."

"Tetapi setelah mereka dapat hidup nyaman seperti yang didambakan, sering kali perawatan kesuburan sudah terlambat."
Para dokter ahli itu memperingatkan bahwa perawatan IVF tidak dapat menjamin wanita bisa mempunyai anak karena tingkat kegagalannya tinggi.
Bagi pria juga ada resiko dari menunda menjadi ayah karena semakin tua semakin rendah jumlah dan kualitas sperma mereka, kata para pakar.

Begitu mengandung, wanita berusia di atas 35 tahun memiliki resiko lebih besar mengalami keguguran kandungan, cacat janin dan kromoson serta penyakit lainnya yang menyerang kehamilan.
Mereka menambahkan, "Wanita modern boleh saja ingin 'melakukan semuanya', tetapi struktur biologi manusia tidak berubah."

Br Bewley mengatakan kepada situs BBC News, "Kami merasa sedih karena kami merawat orang-orang yang tidak bisa hamil atau mengalami komplikasi kehamilan."
"Usia terbaik untuk mempunyai anak adalah sebelum 35 tahun. Ini tidak pernah berubah."
Dia menambahkan, "Saya tidak mau menyalahkan wanita yang memilih untuk berkarir dulu dan membuat mereka takut karenahal ini."

"Kesulitan ini muncul karena masyarakat, dokter dan juga bidan memiliki pandangan yang kurang tepat tentang peran wanita dan kehamilan."
"Para dokter dan bidan harus memahami betul masalah ini dan memberi pertolongan kepada wanita agar mereka mencapai potensi mereka untuk memiliki anak dengan cara alami."
"Kami harus membantu sebisa mungkin agar wanita bisa mempunyai anak sebelum melewati usia 35 tahun."
Clare Brown, Kepala Jaringan Perawatan Kemandulan di Inggris mengatakan, "Berkurangnya kesuburan wanita di atas usia 35 tahun umumnya diperburuk dengan penyumbatan pada saluran tertentu atau hitungan sperma yang rendah pada pria."

"Kalau ini terjadi keberhasilan perawatan kesuburan IVF akan jauh lebih rendah'" lanjut Brown.
Peter Bowen-Simpkins dari Institut Ilmu Kehamilan dan Kandungan mengatakan, "Dorongan dan fungsi biologis adalah satu hal yang tidak bisa diubah."
Meskipun berita mengenai kehamilan terkait dengan usia sudah banyak diluncurkan kepada masyarakat, namun antusiasme para wanita terhadap kehamilan di usia produktif tetap saja tidak seperti yang diharapkan. Karir menjadi kendala nomor satu bagi para wanita ini. Lalu, kalau sudah menjadi seperti ini, siapa yang salah? Karena pada dasarnya semuanya menyangkut pilihan dalam kehidupan.

Vitamin B tak baik untuk jantung

Buat temen2 yang suka kosumsi vitamin B harap baca nih artikel yang sy ambil dari jawaban.com, semoga bermanfaat:

Mengkonsumi Vitamin B untuk mencegah serangan jantung dan darah tinggi bukanlah tindakan yang baik dan bahkan bisa berbahaya.

Para ahli sebelumnya sempat berpendapat Vitamin B bisa mengurangi unsur darah yang disebut vitamins homocysteine, yang punya kaitan dengan resiko serangan jantung.
Namun sebuah penelitian terbaru memperlihatkan konsumsi Vitamin B tidak ada gunanya walau memang bisa menurunkan homocysteine. Temuan ini diungkapkan dalam pertemuan Masyrakat Kardiologi Eropa yang berlangsung di ibukota Swedia, Stockholm.

Para peneliti dari Norwegian Vitamin Trial atau NORVIT yang berasal dari Universitas Troms Swedia mengkaji 4.749 penderita serangan jantung. Seluruh penderita dibagi ke dalam 4 kelompok dan masing-masing menerima perlakuan berbeda disamping pengobatan biasa yang sedang mereka jalani. Keempat grup mendapat Vitamin B, Vitamin B6, serta gabungan Vitamin B dan B6, maupun obat biasa selama 3 tahun.
Setelah 3 setengah tahun berselang, maka kelompok yang mengkonsumsi Vitamin B dan kelompok dengan Vitamin B6 menghadapi peningkatan kecil dalam resiko kardiovaskular. Akan tetapi kelompok yang mengkonsumsi kedua vitamin menghadapi resiko peningkatan serangan jantung dan darah tinggi sebesar 20% walau tingkat homocysteine mereka turun sampai 30%.

Hasil itu menunjukkan peningkatan 40% resiko pada kelompok yang mengkonsumsi Vitamin B, namun para peneliti itu menegaskan penyelidikan lebih lanjut amat diperlukan.
Penulis laporan tim peneliti itu, Profesor Kaare Harald Bønaa, mengatakan hasil dari NORVIT penting karena resep Vitamin B dosis tinggi dari dokter tidak bisa mencegah serangan jantung dan darah tinggi.
"Vitamin B seharusnya hanya diberikan kepada orang-orang yang kekurangan Vitamin B," tambah Profesor Kaare.
Sementara itu Profesor Peter Weissberg, Direktur Medis Yayasan Jantung Inggris menganjurkan agar orang tidak mengkonsumsi Vitamin B untuk mencegah serangan jantung dan darah tinggi.
"Studi tersebut justru memperlihatkan adanya peningkatan serangan jantung dan darah tinggi," tambahnya.
Bagaimanapun dia menambahkan bahwa tidak ada alasan bagi wanita yang hamil untuk menghentikan konsumsi Vitamin B.

"Vitamin B direkomendasikan bagi wanita hamil untuk mengurangi cacat pada kelahiran," kata Profesor Weissberg.
Pengetahuan yang benar memang sangat diperlukan untuk menjaga stamina tubuh kita. Jangan sampai karena kurangnya pengertian akan vitamin B, berharap sehat malah jadinya fatal.

16 April 2009

Gejala Pikun

Kepikunan atau demensia mungkin adalah hal yang dapat dimaklumi bagi para orang lanjut usia. Tetapi bila kepikunan sudah dalam kategori 'sangat parah' dan mempengaruhi kepribadian, tingkah laku dan aktivitas, tentu patut diwaspadai karena bisa jadi apa dialami adalah Demensia Alzheimer.

Alzheimer adalah jenis kepikunan yang 'mengerikan' karena dapat melumpuhkan pikiran dan kecerdasan seseorang. Keadaan ini ditunjukkan dengan kemunduran fungsi intelektual dan emosional secara progresif dan perlahan sehingga mengganggu kegiatan sosial sehari-hari.

Menurut dr. Samino, SpS (K), Ketua Umum Asosiasi Alzheimer Indonesia (AAzI), alzheimer timbul akibat terjadinya proses degenerasi sel-sel neuron otak di area temporo-parietal dan frontalis. "Demensia Alzheimer adalah penyakit pembunuh otak karena mematikan fungsi sel-sel otak," ujarnya dalam edukasi tentang Alzheimer beberapa waktu lalu.

Mereka yang rentan terserang kepikunan alzheimer ini adalah para lansia di atas 60 tahun, tetapi orang dewasa muda juga tak tertutup kemungkinab bila memiliki faktor risiko keturunan. Bahkan menurut Samino, penderita demensia alzheimer berusia 40 tahun pernah ditemukan di Indonesia.
Deteksi dini adalah hal penting dalam mengatasi Alzheimer, tetapi faktanya seringkali sulit dilakukan karena gelaja kemunduran kerap dianggap sebagai suatu hal yang lumrah. Pasien biasanya hanya menunjukkan gejala biasa seperti lupa, tetapi kemudian berkembang progresif menjadi parah dan memperburuk fungsi kognitif dan fungsi mental lainnya.


Kejanggalan awal biasanya dirasakan oleh penderita sendiri, mereka sulit mengingat nama atau lupa meletakkan suatu barang. Mereka juga sering kali menutup-nutupi hal itu dan meyakinkan diri sendiri bahwa itu adalah hal yang biasa pada usia mereka.
Kejanggalan biasanya akan dirasakan oleh orang-orang di sekitar mereka yang mulai khawatir akan penurunan daya ingat. Mereka awalnya belum mencurigai adanya problem besar di balik kepikunan yang dialami pasien, tetapi kemudian tersadar bahwa kondisinya sudah parah.
Agar kepikunan Alzhemier dapat dicegah sejak dini, berikut beberapa tanda atau gejala yang patut diwaspadai kemungkinan hadirnya penyakit pembunuh otak :

1. Kemunduran memori/daya ingat
2. Sulit melaksanakan kegiatan / pekerjaan sederhana
3. Kesulitan bicara dan berbahasa
4. Disorientasi WTO (Waktu - Tempat - Orang)
5. Sulit dalam berhitung
6. Salah meletakan benda
7. Penampilan buruk karena lupa cara berpakaian atau berhias
8. Perubahan emosi dan perilaku
9. Gangguan berfikir abstrak. Kemampuan imajinasi penderita terganggu
10. Hilang minat dan inisiatif. Cenderung menjadi pendiam, tak mau bergaul, menyendiri. tidak bisa membedakan berbagai jenis bau-bauan (tanpa penyebab lain misalnya flu, trauma otak, tumor otak).